77 Persen UMKM Tidak Punya Laporan Keuangan, Aprindo Tekankan Literasi Keuangan dan Digital

77 Persen UMKM Tidak Punya Laporan Keuangan, Aprindo Tekankan Literasi Keuangan dan Digital

Kelas UMKM Series II: Meningkatkan Kesiapan Bisnis di Era Digital

Dalam rangkaian perayaan Hari Ritel Nasional 2025, Aprindo kembali menyelenggarakan Kelas UMKM Series II secara online. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Manajemen Keuangan dan Literasi Pembayaran Digital. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis di era digital.

Kelas UMKM Series II diselenggarakan tepat pada perayaan Hari UMKM Nasional yang jatuh setiap 12 Agustus. Momentum ini menjadi penting untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan kepada pelaku UMKM agar lebih siap berkompetisi dalam dunia usaha modern.

Dalam acara tersebut, hadir dua pembicara utama, yaitu Muhammad Fendi Susiyanto, seorang konsultan Bank Aladin Syariah, dan Arianto Muditomo, Direktur Utama PT Penyelesaian Transaksi Elektronik (PTEN). Keduanya memberikan wawasan mendalam tentang manajemen keuangan dan penggunaan teknologi digital dalam bisnis.

Muhammad Fendi menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pertumbuhan UMKM. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal masih menjadi keluhan utama. Ia menyebutkan bahwa sekitar 77 persen UMKM belum memiliki laporan keuangan yang rapi. Padahal, laporan keuangan yang baik sangat penting untuk akses modal, pengelolaan arus kas, serta pemantauan perkembangan bisnis.

“Modal utama UMKM saat ini bukan hanya uang tunai, tetapi juga sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan, serta literasi keuangan yang baik,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa Bank Aladin Syariah siap memberikan pendampingan dan assessment bagi UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Arianto Muditomo menjelaskan manfaat dari penggunaan QRIS (QR Code Indonesia Standard) sebagai alat pembayaran digital. Saat ini, lebih dari 39,7 juta merchant di Indonesia telah menggunakan QRIS, dengan 93,21 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

“QRIS tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu pencatatan otomatis, meningkatkan citra usaha, dan mempermudah akses pembiayaan. Dengan QRIS, UMKM bisa menjangkau konsumen lintas daerah bahkan lintas negara,” jelas Arianto.

Peran APRINDO dalam Mendukung Pertumbuhan UMKM

Hans Harischandra Tanuraharjo, Ketua Panitia Hari Ritel Nasional 2025, menyampaikan bahwa perayaan Hari UMKM Nasional menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen ritel nasional dalam tumbuh bersama UMKM. APRINDO terus berupaya membuka peluang kemitraan agar produk UMKM bisa masuk ke jaringan ritel modern di seluruh Indonesia.

“Melalui rangkaian Kelas UMKM, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan keterampilan, memperluas pasar, dan memperkuat daya saingnya,” ujar Hans.

Kelas UMKM Series II ini merupakan bagian dari total tujuh kelas yang digelar sepanjang perayaan Hari Ritel Nasional 2025. Pelaku UMKM masih memiliki kesempatan untuk mengikuti lima kelas berikutnya yang membahas topik-topik strategis lainnya, seperti pemasaran digital, inovasi produk, dan pengelolaan risiko.

Untuk informasi lengkap mengenai jadwal dan pendaftaran, pelaku UMKM dapat mengunjungi website resmi Hari Ritel Nasional di www.hariritelnasional.com. Di sana, mereka juga bisa memanfaatkan peluang berjejaring dengan ritel nasional agar produk mereka dapat dipasarkan lebih luas.

Hari Ritel Nasional adalah inisiatif tahunan APRINDO untuk memperkuat industri ritel nasional. Tahun ini, HRN 2025 mengusung tema “UMKM Tangguh, Ritel Tumbuh, Indonesia Maju”. Kolaborasi dengan kementerian, komunitas UMKM, platform digital, dan jaringan ritel anggota APRINDO akan mendukung transformasi UMKM dari hulu ke hilir.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال